Tiga Unggas di Pugeran Mati Mendadak
Tribun Jogja - Jumat, 27 Januari 2012 13:26 WIB
Berita Terkait
- LDCC Investigasi Kasus Flu Burung
- Wamentan Pastikan Flu Burung tak Serang Ayam
- Sebanyak 4.700 Itik di DIY Mati Sepanjang Desember…
- Ini Gejala Penyakit Flu Burung
- Sleman Siaga Flu Burung
- Stok Obat Flu Burung Dinkes Sleman Terbatas
- Antisipasi Flu Burung, Disperindagkoptan Bagikan Disinfektan…
- Enam Kecamatan di Kulonprogo Siaga Flu Burung
- Waspadai Flu Burung di Musim Penghujan
- Sleman Antisipasi Flu Burung
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tiga ekor unggas milik warga warga Pugeran, Kecamatan Manterijeron, Yogyakarta, DIY, mati mendadak tiga hari berturut-turut. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah melakukan pengecekan terhadap kondisi unggas mati tersebut yang dicurigai terjangkit virus H1N1 penyebab penyakit flu burung.
"Unggas itu mati berturut-turut tiga hari yakni tanggal 24-27 Januari kemarin. Sudah kami cek dan negatif H1N1. Tapi kami tetap curigai matinya unggas mati mendadak ini," katanya ditemui di kantornya, Jumat (27/1/2012)
Sebab, secara kebetulan, tiga orang warga keluarga pemilik unggas mengalami flu disertai panas. "Sudah diperiksakan di Puskesmas dan negatif. Tapi kami tetap terus pantau kondisi unggas di sana dan diberi disinfektan untuk antisipasi," katanya.
Hari ini, Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Provinsi DIY juga telah turun ke lokasi unggas mati mendadak tersebut guna mengambil sampel ayam mati untuk diteliti. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tiga ekor unggas milik warga warga Pugeran, Kecamatan Manterijeron, Yogyakarta, DIY, mati mendadak tiga hari berturut-turut. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah melakukan pengecekan terhadap kondisi unggas mati tersebut yang dicurigai terjangkit virus H1N1 penyebab penyakit flu burung.
"Unggas itu mati berturut-turut tiga hari yakni tanggal 24-27 Januari kemarin. Sudah kami cek dan negatif H1N1. Tapi kami tetap curigai matinya unggas mati mendadak ini," katanya ditemui di kantornya, Jumat (27/1/2012)
Sebab, secara kebetulan, tiga orang warga keluarga pemilik unggas mengalami flu disertai panas. "Sudah diperiksakan di Puskesmas dan negatif. Tapi kami tetap terus pantau kondisi unggas di sana dan diberi disinfektan untuk antisipasi," katanya.
Hari ini, Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Provinsi DIY juga telah turun ke lokasi unggas mati mendadak tersebut guna mengambil sampel ayam mati untuk diteliti. (*)
Editor : Junianto Setyadi
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Kota Yogyakarta Populer
Kota Yogyakarta Lainnya








