Di Balik Biennale Jogja XI

Hanya di Yogya yang Terdapat Yayasan Biennale.

Wanita yang memang sudah lama berkecimpung di dunia seni rupa ini pun diajak terlibat menjadi anggota tim formatur lembaga Biennale Yogyakarta.

Hanya di Yogya yang Terdapat Yayasan Biennale.
Tribun Jogja/ Hendra Krisdianto

KETERLIBATAN Yustina Neni di Biennale Jogja XI dimulai melalui beberapa proses. Tahun 2009 menjelang Biennale sebelumnya, di adakan penggodokan lembaga formal yang akan menyelenggarakan Biennale Jogja. Wanita yang memang sudah lama berkecimpung di dunia seni rupa ini pun diajak terlibat menjadi anggota tim formatur lembaga Biennale Yogyakarta.

 

Kebiasaannya yang selalu mencatat dengan rapih, dan selalu merelakan waktunya untuk menghubungi semua pihak, mengikuti rapat-rapat dengan stake holder mulai dari, DPRD, Pemprov, hingga lembaga inisiatif masyarakat sipil, membuat wanita kelahiran Yogyakarta 1969 ini dipercaya menjadi ketua Yayasan Biennale Yogyakarta sejak Agustus tahun lalu.

“Kebetulan di antara yang lainnya, pekerjaan saya sehari-hari sebagai pengelola warung makan relatif kurang begitu penting,” ujar Neni kepada Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

 

Menurut wanita yang juga Direktur Kedai Kebun Forum (KKF) ini di beberapa kota yang mengadakan Biennale, hanya di Yogyakarta lah yang terdapat Yayasan Biannale. Pemerintah memberikan kantor berupa sekretariat di kawasan TBY. Terbentuknya  Yayasan ini, lanjut Neni, karena seni rupa dilihat terlalu spesifik, dan tujuan-tujuan visi dan gerak dalam masyarakat berbeda-beda. “Akhirnya dalam sebuah diskusi lebih intens, Gubernur DIY mengusulkan untuk membentuk Yayasan agar lebih independen,” imbuh istri seniman Agung Kurniawan ini.

 

Pekerjaan Neni sebagai ketua panitia Biennale memang terhitung banyak sekali, dan menurut wanita yang baru tahun ini mengerjakan proyek Biennale, pekerjaannya tidak semudah yang dibayangkan. Tugasnya meliputi melakukan rekrutmen, bersama Dewan Pembina memilih kurator, hingga bertanggung jawab terhadap Biennale yang kontekstual dan bermanfaat terhadap masyarakat.  Tapi yang terpenting baginya adalah gagasan dasar mengapa event ini harus tetap berlangsung, dan logika mengapa harus tetap dijalankan.

Penulis: rap
Editor: hdy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved