Sersan Andy Belajar Membuat E-mail
Kantor PT Telkom Solo dipenuhi ratusan prajurit TNI dari Denpom IV/4 Solo, Selasa (20/12) pagi.
Kantor PT Telkom Solo dipenuhi ratusan prajurit TNI dari Denpom IV/4 Solo, Selasa (20/12) pagi. Namun, mereka tak sedang operasi militer, melainkan berlatih menggunakan internet di perusahaan telekomunikasi milik pemerintah itu.
MENGENAKAN seragam khas polisi militer, ratusan personil TNI AU memadati aula kantor PT Telkom Solo, yang berlokasi di Jalan Mayor Kusmanto. Mereka duduk rapi sambil menghadap laptop yang telah terkoneksi jaringan internet nirkabel. Sersan Mayor Andy Nurhandi adalah satu peserta pelatihan yang duduk dibarisan nomor dua.
Pria yang sehari-hari bertugas sebagai bintara penyidik ini tampak sibuk mengutak-atik laptop hitam di depannya. Sambil melihat-lihat buku panduan menggunakan internet, ia mengikuti perintah instruktur yang memberikan pelatihan. "Ini loh, sedang dibimbing membuat email. Saya belum punya e-mail soalnya," katanya.
Tentara yang akrab disapa Andy ini mengaku tak begitu familiar dengan komputer, terlebih internet. Ia pun terlihat bingung saat instruktur memintanya melakukan browsing menggunakan situs google. Prajurit tersebut tak tahu harus menekan tombol yang mana. "Ya begini ini akibat terlalu cuek dengan teknologi. Pas ngadep komputer malah bingung sendiri," katanya sambil tertawa kecil.
Andy kemudian melirik ke kiri dan kanan, melihat rekan-rekannya. Setelah mendapatkan bantuan dari instruktur, ia pun berhasil masuk ke halaman situs yahoo, untuk kemudian membuat akun e-mail. Ayah satu anak ini pun mengisi data pribadi sebagai syarat membuat email. Sekitar 30-an menit, e-mail yang digunakan membuat akun di jejaring sosial facebook dan twitter pun selesai. "Panjang juga proses pembuatannya," ujarnya.
Mayor Cpm (K) Tri Wahyuningsih, Komandan Denpom IV/4 Solo, mengatakan, pelatihan itu berawal dari keinginannya agar seluruh pasukan melek teknologi. Sebab, saat melakukan penelusuran, ternyata masih banyak pasukan yang belum mahir menggunakan internet. Bahkan, ada beberapa pasukan yang sama sekali tak familiar dengan komputer dan internet.
"Jumlahnya mungkin 50:50, antara yang bisa dan yang belum bisa (internet). Tak ada kata terlambat untuk berlatih, seluruh pasukan harus melek teknologi. Saya ingin mereka ada yang bisa membuat website," kata Tri Wahyuningsih.
Total ada 108 personel dari pangkat tertinggi sampai terendah yang mengikuti pelatihan ini. Tujuan akhir pelatihan adalah seluruh personel TNI bisa menggunakan internet, untuk mendukung kelancaran saat bertugas, terutama memanfaatkan email. (*)