A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Membangun Rumah yang Menyatu dengan Tempat Usaha - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Jogja

Membangun Rumah yang Menyatu dengan Tempat Usaha

Senin, 19 Desember 2011 20:11 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
- Membangun rumah yang sekaligus tempat usaha memang perlu keahlian khusus. Bagaimana menciptakan sebuah rumah yang homey, tapi juga bisa membuat pemiliknya bisa menjalankan usaha.

Karena menyatu dengan tempat tinggal, maka pembagian ruang menjadi penting. Dian Astari Pemilik Aurelia & Driji Spa for mom and kids ini pun sejak awal membagi rumahnya menjadi dua bagian. Yakni di lantai dua untuk tempat usaha spa dan lantai satu sebagai rumah tinggal.

"Kalau biasanya usaha itu di lantai bawah, tapi saya kebalikannya. Tempat usaha saya letakkan di lantai dua, agar lebih privacy saja," kata Dian kepada Tribun Jogja.

Sungguh tak mudah merenovasi rumah. Terlebih jika tujuannya mengubah rumah sekaligus menjadi tempat usaha. Selain itu konsep rumah pun harus direncanakan matang.

"Kita sengaja memilih konsep minimalis, karena selain sedang tren, kebetulan di rumah cuma ada saya, suami dan anak saya cuma satu masih 8 tahun," kata Dian.

 Karena konsepnya sudah jelas, proses selanjutnya menjadi lebih mudah, termasuk ketika memilih furnitur yang sesuai. Karena konsep rumahnya minimalis, Dian lebih memilih furnitur yang simpel dan praktis.

Pada ruang tamu memang dibuat sengaja bersebelahan dengan ruangan bermain anak, tanpa disekat. Ruangan tersebut sengaja tak diberi perabot dan dibiarkan lapang, maksudnya agar anak bebas mengeksplorasi diri. Sebab kadang untuk bermain di luar rumah sangat riskan, maka Dian punya ide untuk membuat hall sendiri di dalam rumahnya.

"Sering dipakai main sepedaan, bahkan kolam renang buatan pun sering di taruh disini. Bisa buat berenang, kalau pas teman-temannya datang," ucap Dian.

Arsitektur bangunan rumah tersebut menerapkan atap sistem void. Dimana atap dibuat dengan aluminium atau fiber glass yang fungsinya agar cahaya masuk ke dalam rumah lebih sempurna.

Menuju ke ruang keluarga, Dian sengaja membuat ruang keluarga dan ruang makan menjadi satu tanpa sekat. Ini juga memudahkan pemilik rumah melakukan komunikasi, dan membiasakan anak untuk bersantap di meja makan.

Untuk ruang keluarga sendiri dibuat luas dan lebar. Sebab kalau seluruh keluarga besarnya datang, maka ruang  keluarga menjadi salah satu ruang favorit untuk berkumpul.

Di sebelah ruang keluarga, terletak kamar tidur dan kamar anak, serta kamar mandi. Sementara itu, ruang servis seperti dapur,kamar dan kamar mandi pembantu serta ruang cuci dan gudang ada di bagian samping rumah.

Dian memang sengaja tidak menghubungkan rumahnya dengan ruang usaha dari dalam rumahnya. Melainkan tangga yang menghubungkan lantai satu dan dua hanya dari pekarangan depan saja.

"Karena saya ingin agar setiap tamu yang melakukan perawatan itu merasa nyaman dan privacy nya terjaga. Mereka tak akan khawatir ada orang lain yang masuk dari bagian dalam rumah," ucapnya.

Kesan homey juga lahir dari taman mungil di depan dan belakang rumah. Beberapa tanaman air dan lidah buaya diletakkan di belakang rumah. Menambah suasana rumah menjadi manis dan simpel. (*)
Penulis: tea
Editor: tea
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas