- Kompolnas Pantau Kasus Perbudakan Tangerang
- Bekingi Pengusaha kuali, Oknum Polisi dan TNI Berstatus…
- Ini Komentar KSAD soal PM di Pabrik Kuali
- Oknum Brimob Kerap Menembak Dekat Kaki Buruh Kuali
- Buruh Kuali Ini Sempat Dipukuli dan Dikurung di WC…
- Oknum TNI-Polri Terima Uang Bensin dari Pemilik Pabrik…
- Empat "Dosa" Baru Bos Kuali Terungkap
- Camat Siap Dicopot Jika Terlibat Kasus Perbudakan
- Presiden: Tindak Tegas Pelaku Perbudakan!
- Polda Akan Panggil 2 Aparat yang Diduga "Beking" Pengusaha…
Mustar Cameron, seorang peneliti kesehatan sekaligus presiden dari Institute for Work and Health di Toronto, Kanada, mengatakan, "Ketika sedang bekerja shift, di situ adalah waktu Anda untuk tidur. Akibatnya, Anda akan mengalami konflik dengan jam biologis."
Berikut ini adalah lima risiko gangguan kesehatan yang bisa menjadi ancaman, khususnya bagi mereka pekerja shift, seperti dikutip besthealthmag:
1. Waktu tidur akan kacau
Sekitar 10 persen dari orang yang menjalankan kerja shift mengalami
masalah tidur, termasuk insomnia, menjadi sangat mengantuk dan
mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di tempat kerja.
"Pekerja shift
dapat didefinisikan dalam kelompok yang kekurangan waktu tidur," kata
Dr Charles Samuels, direktur medis dari Centre for Sleep and Human
Performance, Calgary. Samuels menambahkan, pekerja shift umumnya akan lebih sulit tidur pada siang hari karena mengalami pertentangan dengan jam alamiah tubuh.
Cara mengatasinya: Menurut Samuel, tidur adalah prioritas utama. Hilangnya waktu tidur saat bekerja shift
malam harus diganti dengan waktu tidur pada siang hari—tidak peduli
apakah dengan begitu akan mengurangi waktu Anda bersama keluarga. Buat
ruang tidur yang tenang dan gelap dan menghindari olahraga, kafein,
alkohol.
"Orang-orang berpikir mereka dapat menjalani hidup normal bila mereka melakukan kerja shift, tetapi sesungguhnya mereka tidak akan bisa," kata Samuels.
2. Menambah berat badan
"Ketika Anda bekerja dalam shift,
selera Anda untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi cenderung
meningkat," kata Dr Samuels. Kondisi ini sesuai dengan banyak penelitian
yang menghubungkan kurangnya waktu tidur dengan kenaikan berat badan.
Berat badan yang berlebih dapat memicu masalah kesehatan, seperti
peningkatan risiko untuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Cara
mengatasinya: Bawalah makanan sendiri dari rumah dan menghindari jajan
di pinggir jalan. Dr Samuels mengatakan, menggabungkan kafein dengan
karbohidrat (seperti muffin dan kopi) dapat berdampak buruk karena dapat
merangsang lonjakan insulin dan menyebabkan penambahan berat badan.
3. Bisa terluka
Menurut Mustar, risiko kecelakaan kerja bagi mereka yang bekerja shift malam hampir 50 persen lebih tinggi ketimbang pekerja normal.
Cara
mengatasinya: Mintalah bantuan ketika Anda mengangkat atau melakukan
sesuatu yang berisiko saat bekerja pada malam hari. Ingat, ketika Anda
merasa sangat lelah saat bekerja shift, sebaiknya sempatkan beristirahat sejenak.
4. Berisiko mengalami masalah kehamilan
Sebuah
studi dari Denmark menemukan, mereka yang bekerja malam hari memiliki
resiko keguguran 85 persen lebih tinggi daripada pekerja normal. Bahkan,
sebuah riset tahun 2010 di Italia memperlihatkan hubungan antara
bekerja shift dan risiko kelahiran dini dan berat bayi lahir rendah.
Cara
mengatasinya: Jika Anda sedang hamil, perhatikan kecukupan waktu tidur
dan berat badan Anda. Minta bantuan tenaga ahli jika Anda kurang
mendapatkan waktu tidur atau mengalami kesulitan tidur.
5. Risiko terkena kanker lebih tinggi
Menurut
data yang dikumpulkan dari US Nurses Health Study, di mana melibatkan
240.000 perawat dan diamati selama 30 tahun, menunjukkan, perempuan yang
bekerja shift malam selama beberapa tahun memiliki risiko
lebih tinggi mengidap kanker payudara, usus besar, dan endometrium. Para
peneliti berpikir hal itu terkait dengan tingkat melatonin.
Cara
mengatasinya: Jika Anda bekerja malam selama beberapa tahun, bicara
dengan dokter tentang kemungkinan untuk mengonsumsi suplemen melatonin.
Suplemen ini cenderung aman, tetapi cukup kompleks dan Anda membutuhkan
bimbingan seorang pakar untuk menggunakannya. (*)








