Ajarkan Pendidikan Karakter Melalui Singkong

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu PAPB Semarang diajarkan pendidikan karakter melalui singkong

Tayang:
Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG- Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu PAPB Semarang diajarkan pendidikan karakter melalui singkong yakni membuat berbagai makanan olahan berbahan dasar singkong.

"Bukan singkongnya yang penting, namun proses membuat singkong menjadi berbagai makanan itu yang lebih penting," kata Kepala SMP IT PAPB Semarang Ramelan di sela "class meeeting" sekolah itu di Semarang, Rabu (14/12/2011).

Ia menjelaskan, proses itu sangat penting dalam berbagai hal, karena itu melalui praktik mengolah singkong menjadi berbagai makanan bisa menjadi langkah menanamkan karakter dan keuletan siswa.

Menurut dia, para siswa memang diwajibkan membuat berbagai olahan makanan tradisional dari singkong yang lezat, sebab makanan itu nantinya diperlombakan dengan berbagai makanan karya siswa-siswa lainnya.

"Kami sengaja memilih singkong karena mudah didapatkan, namun belum tentu mudah mengolahnya menjadi berbagai makanan yang lezat. Ini bisa mendidik siswa untuk bertindak kreatif dan kompetitif," katanya.

Bahan dasar singkong, kata dia, harganya juga murah, sedangkan berbagai makanan tradisional ternyata berasal dari singkong sehingga kegiatan itu sekaligus dimaksudkan melestarikan nilai kebudayaan tradisional.

Ia mengatakan, kegiatan itu sebenarnya dimaksudkan mendidik siswa agar ulet, telaten, dan memiliki karakter yang unggul.

Sebab, katanya, mengolah singkong menjadi beraneka makanan tidak bisa dilakukan secara instan.

Pada kegiatan yang digelar setiap menjelang penerimaan rapor siswa itu terlihat berbagai makanan tradisional hasil olahan siswa yang berbahan dasar singkong seperti kelepon, senthele, dan kue kacamata.

Tak ketinggalan minuman tradisional seperti wedang ronde, bajigur, es gempol, es kuwud, dan bandrek dihidangkan melengkapi sajian kuliner tradisional murah meriah yang saat ini kian susah dijumpai.

"Sama dengan makanan, minuman tradisional itu juga hasil kreasi siswa. Sebab selama ini banyak orang yang sudah bergantung pada minuman kemasan dan minuman kaleng yang dianggap lebih praktis," katanya.

Ketua panitia Anwar Rozak mengatakan, kegiatan itu dimaksudkan menumbuhkan semangat, kreativitas, dan keuletan siswa, karena mereka membuatnya sejak awal sehingga menghargai proses panjangnya.

"Pada penerimaan rapor 17 Desember mendatang, kami juga gelar berbagai lomba seperti melukis di tong sampah, baca puisi Islami, lomba majalah dinding, pentas seni, serta lomba memasak singkong dan minuman rempah," katanya. (*)
Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved