Senin, 22 Desember 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Bantul

Dua Kambing Kurban di Bantul Berpenyakit Menular

Senin, 7 November 2011 22:27 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono Budiastyo

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- 
Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul menemukan dua kambing kurban berpenyakit menular di daerah Nogosari dan Bakulan, Trirenggo,

"Ada kambing, yang terkena penyakit yang berbahaya bagi manusia dan tidak pantas disembelih," kata Kepala Dispertahut Bantul Edy Suharyanta di kantornya, Senin (7/11/2011).

Penemuan itu langsung diberitahukan ke masyarakat tersebut. Akhirnya, setelah berembuk dengan belantik, warga sepakat menukar dua kambing kurban dengan kambing baru yang lebih mahal.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) drh Ida membenarkan hal itu. Saat monitoring di daerah nogosari, pihaknya menemukan seekor kambing yang terkena orf (ecthyma contagiosa) yang  ditandai dengan bentol-bentol  di mulut, mata dan hidung.

"Penyakit orf sangat menular pada manusia, Jadi berbahaya," katanya ketika dikonfirmasi.

Bentol-bentol tersebut dikarenakan virus. Jika dikonsumsi maka gejala yang sama akan muncul pad amanusia. Gejala tersebut antara lain luka-luka bonyok di mulut yang membuat mulut menjadi besar. Bisa meluas ke telinga bahkan hingga mata kaki.

"Mencegahnya ya jangan dikonsumsi, Kemarin sudah ditukar tetapi setelah itu tidak tahu diapakan (pedagangnya). Tahun kemarin kemungkinan juga ada, tetapi tidak dilaporkan," katanya. (*)
Penulis: bbb
Editor: ufi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas