A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dua Kambing Kurban di Bantul Berpenyakit Menular - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Bantul

Dua Kambing Kurban di Bantul Berpenyakit Menular

Senin, 7 November 2011 22:27 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono Budiastyo

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- 
Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul menemukan dua kambing kurban berpenyakit menular di daerah Nogosari dan Bakulan, Trirenggo,

"Ada kambing, yang terkena penyakit yang berbahaya bagi manusia dan tidak pantas disembelih," kata Kepala Dispertahut Bantul Edy Suharyanta di kantornya, Senin (7/11/2011).

Penemuan itu langsung diberitahukan ke masyarakat tersebut. Akhirnya, setelah berembuk dengan belantik, warga sepakat menukar dua kambing kurban dengan kambing baru yang lebih mahal.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) drh Ida membenarkan hal itu. Saat monitoring di daerah nogosari, pihaknya menemukan seekor kambing yang terkena orf (ecthyma contagiosa) yang  ditandai dengan bentol-bentol  di mulut, mata dan hidung.

"Penyakit orf sangat menular pada manusia, Jadi berbahaya," katanya ketika dikonfirmasi.

Bentol-bentol tersebut dikarenakan virus. Jika dikonsumsi maka gejala yang sama akan muncul pad amanusia. Gejala tersebut antara lain luka-luka bonyok di mulut yang membuat mulut menjadi besar. Bisa meluas ke telinga bahkan hingga mata kaki.

"Mencegahnya ya jangan dikonsumsi, Kemarin sudah ditukar tetapi setelah itu tidak tahu diapakan (pedagangnya). Tahun kemarin kemungkinan juga ada, tetapi tidak dilaporkan," katanya. (*)
Penulis: bbb
Editor: ufi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
26580 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas