A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tenda Haji di Sebelah Marzuki Alie Roboh - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Senin, 21 April 2014
Tribun Jogja

Tenda Haji di Sebelah Marzuki Alie Roboh

Minggu, 6 November 2011 03:04 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, MEKKAH  - Petugas haji dan polisi Arab Saudi dibuat sibuk memperbaiki 30 tenda di padang Arafah yang ambruk diterjang angin, Sabtu (5/11). "Tenda di depan dan samping tenda DKI roboh diterpa angin, termasuk tenda makan," kata Ketua DPR Marzuki Alie, di Mekkah, Sabtu (5/11/2011) petang.

Menurut Marzuki, ada sekitar 30 tenda yang roboh. Di antaranya, tenda jamaah Palembang Pusri yang persis berada di samping tenda Marzukie Alie. "Sekarang sedang sibuk menunggu membetulkan tenda-tenda yang roboh dibantu polisi," katanya.

Marzuki menambahkan, satu tenda digunakan 12 orang jamaah haji. fasilitas di Padang Arafah itu tidak dilengkapi AC dan tidak ada karpet. "Hanya ada alas tikar. Itu pun bawa sendiri. Tenda juga tidak dilengkapi ada pembatas antara pria dan wanita," katanya.     

Selain ada masalah pada tenda, para jamaah juga harus rela antre untuk buang air besar dan kecil. Satu kamar mandi, diperuntukkan bagi 12 pria dan 12 wanita, atau dua tenda. Rata-rata, untuk kamar mandi perempuan diantre 8-10 orang.

Mengenai konsumsi, Marzukie menyebutkan sistem prasmanan yang menyediakan satu meja besar untuk satu kloter, alias 450 orang, tidak efektif. Antrean pun cukup panjang. "Harusnya dibagi pakai nasi kotak. Jadi tidak perlu antre dan panas-panasan. Semoga tidak kekurangan walaupun sistem prasmanan rentan bermasalah," katanya.

Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyatakan, dari hasil peninjauan keliling maktab jamaah di Arafah, masih banyak yang harus diperbaiki. Di antaranya, soal antrean makan yang hanya menggunakan satu jalur. "Memang seharusnya dua jalur antrean. Nanti kami benahi proses antrean agar jadi dua jalur," paparnya.

Soal keterbatasan kamar kecil, karena hal itu menjadi otoritas Pemerintah Arab Saudi, ia akan menyampaikan hal itu kepada yang berwenang dan mengusulkan untuk bisa menambah jumlah fasilitas pada musim haji mendatang.

Pada kesempatan itu, Menag juga mengimbau jamaah haji Indonesia tidak terlalu sering keluar tenda saat wukuf di Arafah, mengingat cuaca sangat panas. Menurutnya, para jamaah harus menghemat tenaga, karena masih harus menjalani beberapa tahap ibadah haji. Di antaranya, menuju Muzdalifah dan Mina.

Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi, saat khutbah wukuf juga mengingatkan pada para jamaag untuk tak henti-hentinya memohon ampunan dari Allah. "Arafah sebagai puncak pertaubatan. Jangan lupa kita harus minta ampun. Selebar-lebar dosa dan maksiat kita, masih lebih besar lagi kerahmatan Allah SWT," kata Hasyim. (*)

Editor: jun
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
26433 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas