Lebaran, Kominfo Larang Kirim BBM Secara Masif
Tribun Jogja - Selasa, 30 Agustus 2011 16:16 WIB

Net
Berita Terkait
- Hati-Hati Tidur Sambil Mendekap Ponsel
- Dell XPS 13 Ultrabook Super Tipis
- Benarkah iPad 5 Akan Muncul Oktober?
- Sudah Beredar BlackBerry Termurah Harga Rp1,9 Juta
- Benarkah iPad Mini Hanya Rp 2 Jutaan?
- Blackberry Curve 9380 Hadir di Indonesia
- Error saat Upload Foto Blackberry
- Berat BlackBerry Playbook hanya 400 Gram
- Awas! Kelelahan Pasca-Lebaran Berisiko Tinggi
- Tren Tiga B si Rifa dan Alfi
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Jelang Idul Fitri 1432, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengiriman ucapan Lebaran melalui BlackBerry Messenger (BBM) secara masif.
Sebab, pengiriman secara masif akan menimbulkan antrean di SMS Gateway. Pengguna BB diharapkan melakukan pengiriman ucapan secara bertahap.
Juru Bicara Kominfo, Gatot S Dewa Broto, berujar, pengiriman pesan melalui BBM secara masif akan menimbulkan congestion (kemacetan).
"Kami juga meminta agar masyarakat menggunakan layanan internet secara efisien dan produktif. Dengan demikian, tidak akan terjadi kepadatan trafik data," lanjut Gatot, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (31/8/2011).
Menurut data, pada Lebaran 2011 terjadi lonjakan trafik komunikasi yang signifikan. Setidaknya, akan ada dua miliar SMS yang dikirimkan pada H-1 hingga H+1 Lebaran.
"Kami juga memrediksi, akan ada percakapan sedikitnya 2,5 miliar menit. Selain itu, layanan data internet akan digunakan minimal 250 terabyte," kata Gatot.
Praktisi telematika Abimanyu Wachjoewidajat, menyatakan bahwa yang disampaikan Gatot tersebut merupakan imbauan terburuk yang disampaikan oleh suatu kementerian komunikasi.
"Seharusnya Kominfo justru mewajibkan dan menegaskan para Operator Selular, ISP, dan lainnya untuk memberikan layanan yang maksimal dan menjamin setiap ucapan yang dikirim masyarakat dapat diantarkan dengan cepat tanpa hambatan dan tanpa tertunda," tegas Abimanyu. (Tribunjogja.com)
Sebab, pengiriman secara masif akan menimbulkan antrean di SMS Gateway. Pengguna BB diharapkan melakukan pengiriman ucapan secara bertahap.
Juru Bicara Kominfo, Gatot S Dewa Broto, berujar, pengiriman pesan melalui BBM secara masif akan menimbulkan congestion (kemacetan).
"Kami juga meminta agar masyarakat menggunakan layanan internet secara efisien dan produktif. Dengan demikian, tidak akan terjadi kepadatan trafik data," lanjut Gatot, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (31/8/2011).
Menurut data, pada Lebaran 2011 terjadi lonjakan trafik komunikasi yang signifikan. Setidaknya, akan ada dua miliar SMS yang dikirimkan pada H-1 hingga H+1 Lebaran.
"Kami juga memrediksi, akan ada percakapan sedikitnya 2,5 miliar menit. Selain itu, layanan data internet akan digunakan minimal 250 terabyte," kata Gatot.
Praktisi telematika Abimanyu Wachjoewidajat, menyatakan bahwa yang disampaikan Gatot tersebut merupakan imbauan terburuk yang disampaikan oleh suatu kementerian komunikasi.
"Seharusnya Kominfo justru mewajibkan dan menegaskan para Operator Selular, ISP, dan lainnya untuk memberikan layanan yang maksimal dan menjamin setiap ucapan yang dikirim masyarakat dapat diantarkan dengan cepat tanpa hambatan dan tanpa tertunda," tegas Abimanyu. (Tribunjogja.com)
Editor : Igt Sigit Widya Purna N
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com







