A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Politisi Senior Djajeng Soegito Meninggal Dunia - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Kamis, 17 April 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Sleman

Politisi Senior Djajeng Soegito Meninggal Dunia

Jumat, 19 Agustus 2011 21:26 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anugerah 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mantan anggota DPRD Sleman dan DPRD DIY Fraksi Partai Golkar, Djajeng Soegito (77) menghembuskan napas terakhir di RSUD DR Sardjito, Jumat (19/8/2011) pukul 07.45 . Djajeng meninggalkan seorang istri, Sri Widiatun (67), dan lima orang anak.

Keluarga langsung memakamkan jenazah di makam keluarga Dusun Cepit, Desa Harjobinangun, Pakem. Sebelumnya Djajeng sempat menjalani operasi pangkal atas tulang paha di RS Koestati, Solo. 

Djajeng sempat opname selama 10 hari di sana kemudian menjalani pemulihan di RSUP Sardjito. Operasi berjalan sukses, namun penyakit yang sudah lama Djajeng derita bertambah parah. Sebelum menjalani operasi di Solo, Djajeng tidak bisa berjalan selama dua bulan. 

Ia kerap merasa gelisah karena menahan rasa sakit pada pangkal paha kanannya.Beberapa waktu belakangan, Djajeng menderita penyakit jantung, gula, darah tinggi, dan terakhir ia mengalami iritasi lambung. 

"Saat itu darah merah Djajeng turun sampai lima. Ia harus mendapat alat bantu nafas," ujar paman Sri Widiatun, Agus Saryanto (70). Selasa (16/8/2011), kondisi Djajeng masih cukup stabil. 

Ia masih bisa berkomunikasi dengan lancar. Sore hari, kondisinya menurun. Esok harinya, kondisi Djajeng terus menurun hingga koma pada sore hari selepas maghrib.

Djajeng terus berada dalam kondisi koma. Ia sempat mengalami anfal dua kali hingga terakhir ia meninggal di Intensive Coronary Care Unit gedung jantung terpadu RSUD DR Sardjito.

Pria yang senang memelihara burung ini adalah anak sulung dari 11 bersaudara. Ia meninggalkan lima anak, Sri Peni Wastutiningsih (56), Yupratomo Dwi Putranto (54), Tri Haeni Widiastuti (52), Jarwo Rahmanto (40), dan Gembong Prapanca Nugroho (38).

Djajeng pernah menempuh ilmu di SD Sekolah Rakyat, SMUP Pakem, dan SMA Taman Siswa. Ia lulus dari Sarjana Muda Matematika dan S1 filsafat, keduanya di UGM.

Sepanjang hidupnya, Djajeng sangat aktif dalam mengembangkan pendidikan. Ia pernah menjadi ketua Yayasan Perguruan Hamong Putra. Sebagai politisi, Djajeng pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sleman selama satu periode, kemudian mengabdi sebagai anggota DPRD DIY selama dua periode.

"Bapak memang senang berorganisasi dan bermasyarakat," ujar putra kedua Djajeng, Yupratomo yang menemani Djajeng pada saat terakhirnya. 

Sepanjang hidupnya, Djajeng selalu menyediakan diri menolong banyak orang. "Kalau ada warga yang anggota keluarganya menikah atau meninggal, bapak pasti datang untuk membantu," katanya lagi.(Tribunjogja.com)

Editor: xna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9301 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas