• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya

Dua Putri Gus Dur Baca Puisi di Taman Budaya Yogya

Rabu, 17 Agustus 2011 23:05 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar 

TRIBUNJOGJA.COM, WATES - Dua putri Gus Dur, Inayah Wahid dan Alissa Wahid ikut pentas baca puisi untuk Indonesia di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (16/8/2011) malam.

Pembacaan puisi tersebut merupakan rangkaian dari acara teater tentang keberagaman yang digelar oleh Komunitas Lentera Anak Bangsa dan Komunitas Gusdurian.

Inayah Wahid, yang tampil terlebih dahulu, membacakan dua buah puisi berjudul Hanya Satu, karya seorang siswi SMA1 Yogyakarta bernama Gabriella, sedangkan puisi kedua berjudul Indonesiaku karya dirinya sendiri. 

"Saya langsung dari Jakarta untuk menghadiri acara ini lantaran diundang teman saya," katanya. Setelah itu, giliran Alissa Wahid yang tampil membacakan puisi berjudul Matahariku. "Saya sebenarnya kurang menguasai pembacaan puisi, tapi tak apalah saya akan coba," kata Alissa.

Setelah penampilan keduanya, kemudian acara dilanjutkan dengan pementasan teater berjudul "Di Langitku Hanya Ada Satu Bendera" karya sutradara Puthut Buchori. 

Selain memiliki tema besar tentang Kebhinekaan Tunggal Ika, teater tersebut juga dimainkan oleh 12 orang siswa yang berasal dari berbagai macam suku, budaya dan agama.

"Kami ingin menggambarkan sebuah realitas Indonesia yang memang multikultur, multietnis dan agama," katanya. Keberagaman itu ia gambarkan lewat penggunaan kostum, make up, serta teknik lighting yang berwarna-warni, yang juga menggambarkan betapa warna-warninya identitas masing-masing orang. 

Puthut cukup senang lantaran pertunjukan berjalan sukses terlebih, ke-12 orang pemainnya adalah pemain teater yang baru saja belajar. "Saya memang sengaja mengambil non-aktor, supaya mereka memiliki kesempatan juga menikmati dunia teater," ujarnya.

Pementasan teater yang berdurasi sekitar 40 menit ini, merupakan sebuah refleksi atas kondisi bangsa yang lekat dengan berbagai perbedaan. Namun sepatutnya perbedaan tersebut menjadi perekat yang menyatukan satu sama lainnya.(Tribunjogja.com)

Editor: xna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9242 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas