TribunJogja/
Home »

DIY

Megaproyek Bandara Kulonprogo

Wilayah Temon Ada di Jalur Gempa Blok Jogja

Bandara ini berada di pantai selatan Jawa yang memiliki potensi besar terhadap kejadian gempa bumi dan tsunami.

Wilayah Temon Ada di Jalur Gempa Blok Jogja
ISTIMEWA
Peta sejarah patahan gempa di wlayah DIY dan Jateng bagian selatan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendi Kurniawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pilihan lokasi pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo di Palihan, Kecamatan Temon, merupakan pilihan bagus. Karena memang sangat aman untuk keselamatan penerbangan ketika pesawat hendak take off atau landing, karena posisinya pesisir. 

Tetapi, menurut pakar manajemen bencana UPN Veteran, Dr Eko Teguh Paripurno, yang menjadi masalah adalah bandara ini berada di pantai selatan Jawa yang memiliki potensi besar terhadap kejadian gempa bumi dan tsunami. 

"Temon merupakan daerah rawan gempa yang dapat memicu tsunami. Terlebih blok Jogja termasuk blok yang belum pernah mengalami gempa besar. Karena gempa (2006) lalu bukan dari blok Jogja, tapi patahan Opak," kata Eko Teguh Paripurno kepada Tribun, Senin (15/8). 

"Blok Jogja malah belum terjadi (gempa) seperti di Pangandaran dan selatan Banyuwangi," jelas Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Yogyakarta ini. 

Sehingga, lanjutnya, jika berbicara mengenai potensi terjadinya gempa dan tsunami di calon lokasi Bandara Internasional Kulonprogo cukup besar. "Kalau rerata tsunami bisa sampai sebelas meter, apakah wilayah itu lebih dari sebelas meter?" kata Eko menanya balik.  

Dosen program studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Mineral UPN Yogya ini menyarankan, jika memang bandara dibangun di Temon, bangunannya harus tahan gempa. Karena risiko dan konsekuensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.  

"Bukan berarti jangan dibangun di situ, hanya saja perhatikanlah ancaman-ancaman yang sudah ada dan potensi ancaman baru, seperti banjir dan kekeringan. Karena Temon adalah daerah rawan banjir. Jangan sampai kehadiran bandara akan memerparah banjir, sebab kanal pembuangannya kurang," ucap Eko.(Tribunjogja.com)
Editor: xna
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help