Obati Stroke dengan Terapi Komplementer Salat

Pengobatan stroke dengan cara terapi komplementer salat, mampu mencapai kesembuhan 90 hingga 97 persen.

Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM - Staf pengajar Fakultas Keperawatan dan Komunitas Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Setiawan, memperkenalkan pengobatan stroke dengan cara terapi komplementer salat.

"Alhamdullilah, kesembuhan pasien menggunakan metode pengobatan dan salat mencapai 90 hingga 97 persen," terangnya dalam seminar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes), Bengkulu, Kamis (28/7/2011).

Menurutnya, dunia kesehatan dan pengobatan saat ini banyak memadukan antara medis dan pendekatan spiritual.

"Para ilmuwan asing meyakini, pendekatan spiritual memengaruhi secara signifikan. Gerakan salat dapat mempengaruhi kinerja darah ke otak, dan ini sangat berguna bagi kesehatan, terutama dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit," tambahnya.
   
Dalam keilmuwan, bangun pada malam hari berwudlu dan melaksanakan salat akan memicu energi positif dari beberapa molekul penting yang ada di air dan tubuh.
   
"Salat khusyuk itulah catatannya, karena hubungan langsung dengan Sang Pencipta, memicu konsentrasi otak," jelasnya.

Selain salat, dia juga memperkenalkan beberapa metode pengobatan yang telah dilakukannya secara eksperimen di lembaga pendidikan Unpad.

Ada 10 metode pengobatan yang ia lakukan, di antaranya anatomi fisiologi, aroma terapi bunga, pijat, akupuntur, terapi lingkungan, terapi air, sistem totok, hipnotis, dan bio energi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved