A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

SBY ke Yogya Disambut Aksi Ketapel - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jogja

SBY ke Yogya Disambut Aksi Ketapel

Selasa, 12 Juli 2011 20:41 WIB
SBY ke Yogya Disambut Aksi Ketapel
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Massa yang tergabung dalam Sekretariat bersama Gerakan Keistimewaan DIY menggelar aksi unjuk rasa untuk menyambut kunjungan Presiden RI,Susilo Bambang Yudhoyono ke Yogyakarta di jalan Trikora, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (12/7/2011). Aksi massa yang diwarnai dengan aksi treatrikal memanah dan bermaian ketapel serta dorong dengan petugas kepolisian tersebut menuntut penyelesaian pembahasan RUUK DIY yang masih tertunda di DPR RI.
Laporan reporter, Tribunjogja.com/ Sigit Widya

TRIBUNJOGJA.COM -
  Massa Sekber Gerakan Keistimewaan DIY dihadang barisan aparat kepolisian saat melakukan aksi "Lewat Plintheng (ketapel, Red)" di Gapura Pangurakan, sekitar 300 meter dari Gedung Agung, Selasa (12/7) siang.

Ketua Sekber Gerakan Keistimewaan DIY, Widhihasto Wasana Saputro, menyatakan, pengamanan SBY di Yogyakarta berlebihan.

"Jelas bahwa kedatangan SBY penuh dengan kecurigaan terhadap masyarakat Yogyakarta. Kami dihadang blokade polisi, sebab dianggap musuh. Sebagai pemimpin bangsa, SBY tidak peka dengan budaya yang berlaku di Yogyakarta," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa mengarahkan ketapel ke arah langit, setiap kali ada pesawat yang melintas. Hal tersebut diikuti pasukan srikandi, yang juga mengarahkan anak panah ke arah langit.

"Sebagai seorang pemimpin bangsa, seharusnya SBY menunjukkan bahwa dirinya adalah jati dirinya sebagai seorang pemimpin. Bila selama di Yogyakarta SBY tidak menemui rakyat, maka tidak layak ia disebut presiden," ujar Widihasto.

Dalam aksi tersebut, massa berusaha mendesak blokade aparat. Massa ngotot ingin melanjutkan aksi di depan Gedung Agung. Namun, aparat tak mau kalah, sehingga terjadi sedikit kericuhan. (*)
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
8746 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas