Massa Desamart gelar Aksi di Gedung Agung
Tribun Jogja - Selasa, 12 Juli 2011 20:22 WIB
Laporan reporter, Tribunjogja.com/ Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekelompok orang yang tergabung dalam DesaMart menggelar aksi unjuk rasa di depan Benteng Vredenburg, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (12/7/2011). Dalam, aksi tersebut massa mengkampayekan gerakan untuk membangun kejayaan pasar-pasar tradisioanl dan ritel lokal sebagai etalase dan distributor produk desa.
”Kami menyerukan kepada warga masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan industri desa dengan berusaha memasarkan serta memilih produk buatan desa. Sebab, industri rumahan menjadi satu bagian penting dari industri,”kata Ketua Desa Mart, Awan Santoso, Selasa (12/7).
Ia menyerukan, jika langkah itu tidak segera dilakukan banyak produksi pabrikan yang digunakan sehari hari seperti susu, cokelat, kopi serta obat diganti oleh produk olahan. Hingga, produk pabrikan makin mendominasi di desa, khususnya produk dari luar negeri.
”Mari kita ciptakan lapangan kerja di desa agar sadara kita terselamatkan dari keterpaksaan bekerja ke Luar Negeri sebab terpaksa. Generasi muda dapat berperan memaksimalkan potensi di desa,”ujarnya.
Pada kesempatan aksi itu, mereka juga menyerukan untuk membebaskan Indonesia dari dominasi produk pabrikan yang sebagian besar modal berasal dari Luar Negeri. Modal asing itu, berlahan lahan akan menghancurkan kemandirian serta budaya produksi, khususnya, ekonomi rakyat.
Aksi simpatik, dilakukan dengan cara membawa tulisan yang menyeruakan produk dalam neger. Mereka juga membawa balon warna putih yang dibawa saat aksi. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekelompok orang yang tergabung dalam DesaMart menggelar aksi unjuk rasa di depan Benteng Vredenburg, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (12/7/2011). Dalam, aksi tersebut massa mengkampayekan gerakan untuk membangun kejayaan pasar-pasar tradisioanl dan ritel lokal sebagai etalase dan distributor produk desa.
”Kami menyerukan kepada warga masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan industri desa dengan berusaha memasarkan serta memilih produk buatan desa. Sebab, industri rumahan menjadi satu bagian penting dari industri,”kata Ketua Desa Mart, Awan Santoso, Selasa (12/7).
Ia menyerukan, jika langkah itu tidak segera dilakukan banyak produksi pabrikan yang digunakan sehari hari seperti susu, cokelat, kopi serta obat diganti oleh produk olahan. Hingga, produk pabrikan makin mendominasi di desa, khususnya produk dari luar negeri.
”Mari kita ciptakan lapangan kerja di desa agar sadara kita terselamatkan dari keterpaksaan bekerja ke Luar Negeri sebab terpaksa. Generasi muda dapat berperan memaksimalkan potensi di desa,”ujarnya.
Pada kesempatan aksi itu, mereka juga menyerukan untuk membebaskan Indonesia dari dominasi produk pabrikan yang sebagian besar modal berasal dari Luar Negeri. Modal asing itu, berlahan lahan akan menghancurkan kemandirian serta budaya produksi, khususnya, ekonomi rakyat.
Aksi simpatik, dilakukan dengan cara membawa tulisan yang menyeruakan produk dalam neger. Mereka juga membawa balon warna putih yang dibawa saat aksi. (*)
Editor : M Iwan Al Khasni SIP
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com







