A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

SMPN 4 Pakem Sleman Lulus Terbaik - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Jogja

SMPN 4 Pakem Sleman Lulus Terbaik

Jumat, 3 Juni 2011 22:29 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Baskara Aji, mengatakan tingkat kelulusan siswa SMP pada 2011 di wilayah ini meningkat signifikan. Di antara sejumlah sekolah, SMP Negeri 4 Pakem, Sleman, meraih nilai rata-rata tertinggi.

Sayangnya, data rata-rata nilai siswa di sekolah yang berada di lereng Gunung Merapi itu, tidak dirinci Baskara. "Semua sudah kami serahkan ke sekolah masing-masing," katanya, Jumat (3/6/2011).

Bila dihitung berdasarkan wilayah yang ada di DIY, tingkat ketidaklulusan paling rendah ada di Kota Yogya, yang hanya 0,35 persen atau 27 siswa dari 7.753 peserta. Sedangkan persentase siswa tidak lulus, ada di Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 1,29 persen atau 132 peserta dari 10.263 siswa.

Baskara mengatakan, kelulusan dengan nilai terbaik rata-rata diraih rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Di DIY, terdapat 12 SMP RSBI, 10 SMP negeri dan dua SMP swasta. "Biasanya, RSBI memiliki kualitas yang cukup baik, dari siswa ataupun dari guru-gurunya, sehingga hasilnya pun cukup menonjol," katanya.

Sayangnya, Baskara enggan merinci lebih jauh tentang sekolah-sekolah yang jumlah siswanya paling banyak tidak lulus. "Semua sudah kami serahkan ke sekolah. Besok (hari ini, red) akan diumumkan," katanya.

Baskara berharap, pengumuman kelulusan yang akan di lakukan serentak pada pukul 10.00 WIB ini, dilakukan dengan cara kreatif seperti datang bersama dengan orang tua, atau menggelar berbagai kegiatan seperti seminar dan lokakarya atau outbond.

Hal tersebut dikatakannya demi mencegah terjadi konsentrasi siswa dan selanjutnya melakukan aksi coret seragam atau konvoi turun ke jalan.  "Anak-anak SMP ini kan masih labil, masih di bawah umur, kalau mereka konvoi ke jalan kan nanti malah bisa mengganggu yang lain," kata Aji.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau, agar sekolah dan siswa, setelah memperoleh hasil kelulusan segera melakukan pengecekan terhadap nilai termasuk identitas sebelum dilakukan pencetakan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN). Agar, nama sesuai dengan ijazah tahun sebelumnya," katanya.

 "Sebelum nantinya SKH (Surat Keterangan Hasil) UN dan ijazah dibuat, saya harap memang sekolah langsung meng-kroscek hasil tersebut," tuturnya.

Aji menambahkan, selain sekolah yang bersangkutan, evaluasi menyeluruh  juga akan dilakukan pihak disdikpora  beberapa waktu ke depan. Sementara ini dikatakan pihaknya hanya memiliki asumsi bahwa nilai ujian nasional menjadi kendala utama yang menjadi faktor ketidaklulusan siswa.
Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas