Ulat Bulu di Sleman Serang Tanaman Perindang
Belum ditemukan adanya ulat bulu yang menyerang tanaman pangan di Sleman.
SLEMAN, TRIBUN - Pihak Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, DIY, mengaku belum mendapat laporan adanya serangan ulat bulu di Dusun Sorogenen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Untuk memastikannya, pihak dinas akan menerjunkan tim ke lapangan.
"Atas semua laporan yang masuk, kami pasti langsung lakukan tindakan," ujar Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Tanaman Pangan dan Hortikulturan, Sumarno saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (20/4/2011).
Rabu (20/4) pagi beredar kabar bahwa serangan ulat bulu juga menyerang Sorogenen. Hanya, ketika Tribun Jogja melacak kabar tersebut, sampai Rabu sore belum ditemukan lokasi serangan ulat bulu itu.
Sumarno mengatakan, tidak semua serangan ulat bulu harus mendapat penyemprotan. Seandainya jumlahnya hanya sedikit, dan dapat dikendalikan, warga bisa mengumpulkan ulat bulu tersebut dan membakarnya. "Namun supaya tidak menyebar, biasanya memang kami lakukan penyemprotan," jelas Sumarno.
Ia mengatakan, hingga saat ini, ulat bulu yang ada di Sleman menyerang tanaman perindang, antara lain kenanga, waru, dan ketapang. "Belum ditemukan adanya ulat bulu yang menyerang tanaman pangan. Kami harap tidak ada kasus yang seperti itu," ujarnya.
Sumarno menambahkan, ia baru saja melakukan penyemprotan di Dusun Kringinan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Ulat bulu itu menyerang satu batang tanaman kenanga dan ketapang.
Hingga saat ini, ketersediaan obat pembasmi di kantor Sumarno tidak menjadi masalah. Sumarno mengatakan, pihak dinas sudah berkoordinasi dengan dinas provinsi mengantisipasi seandainya obat pembasmi habis. "Saat ini masih ada 150 botol berukuran 50 mili liter per botol," jelas Sumarno.