Rabu, 26 November 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Bantul

Ulat Bulu di Bantul Diatasi Secara Manual

Jumat, 15 April 2011 20:28 WIB

Laporahn Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono Budiyasto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  -
Kepala dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul,  Edy Suharyanta,k menuturkan saat ini ratusan ulat bulu  terdeteksi di Bantul. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah mempersiapkan beberapa opsi penanganan, yaitu pestisida dan manual.

"Saya lebih baik ke manual saja," ujarnya, Jumat (15/4) di kantornya.

Manual yang ia maksud, penanganan langsung dengan tangan, tanpa bahan kimia. Misalnya, merontokkan ulat bulu memakai sapu lidi, dikumpulkan, kemudian dibakar atau dikubur. "Tapi saran saya lebih baik dipendam, karena kalau dibakar bulunya bisa terbawa angin," katanya.

Kedua penanganan tersebut, tambahnya, bukan didasari oleh ancaman terhadap produk pertanian di daerah Bantul, tetapi lebih ke pencegahan kondisi lingkungan terutama untuk warga yang resah dengan  ribuan ulat bulu.
"Ulat bulu tidak mengancam produksi pangan di Bantul,. Kami lebih menjaga agar masyarakat tidak merasa terganggu, khususnya anak-anak yang mau ujian nasional," ujarnya.

Hingga saat ini, sudah tiga desa yang melaporkan adanya serangan ulat bulu di pekarangan rumah warga. Hal itu ia ketahui langsung dari telepon warga. Selain menerima langsung dari laporan warga, pihaknya juga menyiagakan mantri tani di  17 kecamatan.  "Begitu dengar ada ulat bulu, langsung saya suruh hubungi dinas," tegasnya.

Editor: jun

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas