A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Gunungan Ulat Bulu Mati Setebal 10 Centimeter - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Jogja

Gunungan Ulat Bulu Mati Setebal 10 Centimeter

Kamis, 14 April 2011 23:57 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  -
Setelah dibasmi memakai pestisida Curacon, ribuan ulat bulu yang menyerang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) Yogyakarta, pun mati. "Gunungan ulat bulu mati yang dikumpulkan sampai 10 centimeter tebalnya," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis PASTHY, Patmana, di Jalan Bantul, Kamis (14/4/2011).

Patmana mengatakan, sisa ulat bulu jenis Uler Kirik (bahasa lokal) di dua Pohon Kenanga depan UPT tersisa sekitar 10 persen dari populasi sebelum dibasmi.  "Pucuk kedua pohon itu sudah kami tebang karena susah untuk dijangkau penyemprotan. Ulat yang mati berjatuhan dan menumpuk di bawah pohon," jelasnya.

Ulat-ulat bulu yang mati tersebut, oleh pengelola PASTHY dibakar. Sisa yang masih menempel di batang pohon, Kamis (14/4), disemprot pestisida untuk membersihkannya. Selain itu, tanaman di sekitar dua pohon yang sebelumnya diserang ulat bulu disemprot untuk mengamankan dari serangan ulat bulu.

Pantauan Tribun Jogja, warga yang melihat serangan ulat bulu semakin banyak. "Apalagi sejak muncul di koran. Mereka penasaran. Padahal sudah tidak sebanyak kemarin yang sampai berlapis-lapis ulatnya," kata Patmana.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pertanian, Dinas  Perindustrian Perdagangan  Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Benny Nurhantoro, mengatakan untuk penanganan serangan ulat bulu, pihaknya membentuk gugus tugas penanggulangan ulat bulu.

"Hari ini kami mengirim tim ke UGM untuk konsultasi bagaimana penanganan yang efektif. Selain itu kami juga akan minta masukan mengenai bahan pembasmi yang tepat seperti apa," beber Benny.

Menurutnya, kasus ulat bulu di PASTHY berbeda dengan yang ada di Probolingg, Jatim. Hanya, masyarakat telanjur cemas dan khawatir melihat kasus ulat bulu Probolinggo.

"Kami siap melayani kalau ada warga yang menemukan kasus ulat bulu. Penyemprotan juga harus melihat situasinya," jelasnya.

Mekipun kondisi serangan tinggal sedikit, namun masih mengundang rasa penasaran warga. "Sejak lihat koran hari ini saya penasaran. Makanya saya pingin lihat," ujar Hari Atmo, warga Jogonegaran yang menyempatkan diri menonton di PASTHY.
Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas