A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ulat Bulu Yogya Bertipikal Kamuflase - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Jumat, 18 April 2014
Tribun Jogja

Ulat Bulu Yogya Bertipikal Kamuflase

Kamis, 14 April 2011 11:24 WIB
News Analisis

oleh : Suputa
Dosen Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada

ULAT
  bulu yang ditemukan di Dongkelan, Yogyakarta, spesiesnya berbeda dengan spesies ulat bulu yang beberapa pekan lalu menyebar di Probolinggo, Jawa Timur. Spesies ulat bulu yang ditemukan di depan Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) Dongkelan ini tergolong spesies Trabala sp dan Maenas sp.

Trabala biasa ditemukan hinggap di pohon salam, sementara Maenas biasanya menyerang pada jenis tanaman kenanga. Kedua ulat jenis ini bila dilihat dari spesiesnya bukan termasuk dalam golongan ulat bulu gatal.

Berbeda dengan ulat pada umumnya, ulat bulu tidak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, tetapi menjadi ngengat. Umumnya, spesies ulat bulu ini membutuhkan waktu selama tujuh pekan  untuk proses dari telur hingga berubah menjadi telur lagi.

Spesies Trabala yang ditemukan warga di pohon kenanga di daerah Dongkelan memiliki tipikal kamuflase. Artinya binatang kecil ini dapat menyesuaikan warna kulitnya dengan lingkungan tempatnya berada, misalnya dengan warna batang pohon atau daun. Hal inilah yang terkadang membuat orang-orang tidak menyadari bahwa ada ulat bulu di sana.

Ulat bulu dari spesies Trabala yang ditemukan di daerah Dongkelan kecil kemungkinan dapat merebak dan meluas, sebagaimana terjadi di Probolinggo beberapa waktu terakhir. Hal tersebut dikarenakan sifat Trabala yang hanya biasa bertelur pada satu jenis tanaman dan berparasit di situ. Sehingga, sangat kecil kemungkinan jenis ulat bulu ini berpindah ke tanaman lain dan meluas hingga masuk ke rumah penduduk atau menempel di dinding.

Sebenarnya, ulat bulu jenis Trabala ini sudah sejak lama ditemukan di wilayah Yogyakarta. Oleh masyarakat umum, ulat ini biasa dikenal dengan istilah `ulat kirik'. Namun hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaan ulat ini karena sifatnya yang bisa bermimikri.

Sejumlah ulat bulu yang ada di Dongkelan tersebut sampai saat ini masih bisa dikatakan dalam batas normal. Jika dibandingkan dengan ulat bulu yang menyerang di wilayah Probolinggo, ulat bulu di Dongkelan  tergolong sedikit atau normal dalam proses reproduksinya. Rata-rata, spesies Trabala dan Maenas hanya mengeluarkan 30-70 butir telur setiap kali bertelur.

Secara umum ulat bulu ini tidak memiliki ancaman bahaya serius bagi tanaman maupun manusia. Bagi tanaman, ulat bulu ini hanya memakan daun-daun tanaman tersebut, namun tidak menyebabkan tanaman menjadi mati, mungkin hanya rusak. Sementara untuk manusia, hanya sebatas gatal-gatal, terutama untuk penderita alergi.

Sementara ulat bulu yang menyerang Probolinggo adalah spesies Lymantria marginata dan Arctornis. Kedua ulat bulu ini termasuk dalam kategori ulat bulu gatal.

Lymantria marginata dan Arctornis ini memiliki semacam duri (spine) di luar tubuhnya. Selain itu ia juga memiliki semacam racun dalam kelenjarnya. Inilah yang membuat badan merasa gatal-gatal apabila ulat bulu ini sampai menyentuh kulit manusia.

Untuk pertumbuhan Lymantria marginata dan Arctornis ini terbilang sangat cepat. Satu ekor ulat bulu spesies ini dapat menghasilkan rata-rata 70-300 telur setiap kali mereka bertelur. Bisa dibayangkan apabila setiap ekor ulat bulu tersebut terus bertelur dalam tempo yang cukup singkat dengan jumlah sekian banyak.

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, fase pupa dari Lymantria marginata yang terjadi di Probolinggo sangat cepat. Normalnya dari fase pupa menjadi imago memerlukan waktu sembilan hari, namun yang terjadi fase pupa ini hanya berlangsung dalam waktu empat hari.

Penyebaran ulat bulu memang sudah umum terjadi. Namun untuk kasus di Probolinggo ini pertumbuhan atau faktor eksponsialnya melonjak menjadi berlipat ganda dengan cepat. Faktor yang diduga menjadi penyebab pertumbuhan yang drastic tersebut adalah perubahan suhu yang terjadi dewasa ini.

Perubahan suhu dan cuaca yang tidak menentu dan sulit diprediksi tahun ini mungkin menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan ulat bulu ini berkembang dengan sangat cepat. Semakin tinggi suhu di suatu tempat, maka dapat mempercepat proses pertumbuhan ulat bulu tersebut. (M Fatoni)
Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
7637 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas