Kawasan Jagalan Macet Parah

Menurut Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Setyo Heri Purnomo, jalur alternatif yang melewati wilayah Kalibawang diberlakukan sistem buka tutup .

Tayang:
Editor: jun

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM,  KULONPROGO -  Jajaran Kepolisian Resort  (polres) Kulonprogo, Kamis (31/3/2011), memberlakukan sistem buka tutup di jalur alternatif Muntilan-Kalibawang-Sleman. Ini dilakukan terkait ambrolnya jembatan Pabelan, Magelang, akibat banjir lahar dingin Rabu (30/3/2011) sore. Salah satu dampak langsung peristiwa itu, kawasan Jagalan macet  parah.

Menurut Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Setyo Heri Purnomo, jalur alternatif yang melewati wilayah Kalibawang diberlakukan sistem buka tutup dan hanya boleh dilewati kendaraan kecil. Pemberlakuan itu dikarenakan jalan di wilayah ini sempit dan jalurnya naik turun. Sedangkan kendaraan berat dialihkan melalui jalur Purworejo-Wates-Yogyakarta.

Sistem buka tutup ini dilakukan di wilayah simpang empat Jagalan, Banjaroyo dengan melihat intensitas kendaraan yang melewati jalur alternatif ini. "Sedangkan kendaraan dari arah Yogyakarta yang menuju arah Semarang di alihkan melalui jalur Yogya-Wates-Purworejo dari arah Jombor,”katanya.

Heri mengatakan, kendaraan dari arah Borobudur yang melalui wilayah simpang empat Dekso dibelokkan ke arah Minggir Sleman. Sejak jembtan Pabelan jebol, kendaraan yang melewati wilayah Kalibawang meningkat sekitar 50 persen. Untuk mengamankan jalur ini pihaknya menempatkan anggota Satlantas dan Samapta dari Polsek Sentolo. Jumlah personel yang diturunkan sebanyak 50 orang yang terdiri dari 25 anggota Lantas dan 25 anggota Samapta.

Windarto, kepala Desa Banjaroyo, saat dihubungi melalui telepon,  menjelaskan, arus kendaraan yang melalui jalur alternatif Kalibawang mengalami peningkatan signifikan sejak jembatan Pabelan ambrol terkena lahar dingin Merapi. Peningkatan jumlah kendaraan yang melewati wilyah ini bahkan menyebabkan kemacetan di beberapa titik tetapi yang paling parah terjadi di simpang Jagalan.

“Simpang Jagalan ini menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari arah Borobudur-Wates-Yogyakarta,”ucapnya.

Windarto berpesan kepada pengguna jalur ini agar berhati-hati karena jalan di wilayah ini berkontur naik turun dan sempit yang rawan kecelakaan. Di jalur ini ada sekitar 2 tanjakan yang perlu diwaspadai yaitu tanjakan Bendo di dusun Pranan Banjaroyo dan tanjakan Slanden.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved