Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jogja

Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul

Kamis, 3 Maret 2011 07:02 WIB

TRIBUNJOGJA.COM, PONTIANAK - Bupati Sanggau H Setiman H Sudin, menegaskan akan memecat Kepala Sekolah di SMP Parindu berinisial PK, yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap sembilan siswinya.

Pemecatan tersebut akan dilakukan Bupati, jika PK dinyatakan terbukti bersalah oleh pihak penegak hukum. "Untuk saat ini kita percayakan semuanya kepada penegak hukum. Biarkanlah mereka bekerja dulu, dan kita tunggu hasil akhirnya. Kalau ternyata yang bersangkutan divonis bersalah, maka kita akan melakukan pemecatan," kata Bupati, saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (2/3/2011).

Seraya menunggu proses hukum, Bupati mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan tersangka PK sebagai kepala sekolah, sekaligus tenaga pengajar di SMP tersebut. Hal itu dilakukan, demi kelancaran proses belajar mengajar terutama dalam mempersiapkan murid untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).

"Saya sudah perintahkan Kadis Pendidikan untuk menonaktifkan yang bersangkutan. Sementara untuk murid dan para guru di SMP tersebut, saya minta tetap fokus dalam tugasnya masing- masing," pinta Bupati.

Sementara itu, Kapolres Sanggau AKBP I Wayan Sugiri, melalui Kasat Reskrim AKP Fajar Dani SIK, mengatakan, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi dari pihak sekolah. Menurutnya, setidaknya ada lima guru yang akan dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka dianggap mengetahui kronologis pencabulan yang dilakukan PK. Saat ini, tambah Fajar, sudah tiga guru diperiksa sebagai saksi.

"Yang sudah kita periksa sebanyak tiga guru, masih ada dua lagi yang belum kita periksa, terkait kasus ini. Tapi dalam waktu dekat pasti akan kita periksa juga. Yang pasti mereka ini kita anggap sebagai orang-orang terdekat korban dan tersangka, sehingga mengetahui kasus ini, meskipun sedikit," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut, akan dilakukan secara intensif. "Sebab, informasinya memang sempat ada yang memergoki perbuatan tersangka, dan mengingatkan agar tidak mengulanginya. Untuk hasil pemeriksaan lebih lanjut, sejauh ini belum bisa kita informasikan, karena masih banyak informasi yang harus dikumpulkan," ungkapnya.(*)
Editor: evn

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas