• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Heru Notonegoro Minta Istri Bawakan Sambel Terasi ke Rutan

Rabu, 16 Februari 2011 17:59 WIB
Heru Notonegoro Minta Istri Bawakan Sambel Terasi ke Rutan
TRIBUN JOGJA/IKROB DIDIK IRAWAN
Iriani, istri Heru S Notonegoro, di depan Rutan Solo, Rabu (16/2/2011) sore.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan


TRIBUNJOGJA.COM, SOLO –
Setelah dua hari menjadi penghuni Rutan Solo, mantan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Solo, Jateng, Heru S Notonegoro SH, mengaku kangen sambel terasi buatan sang istri. Maka ia pun meminta istrinya membawakan sambel favoritnya itu jika datang membesuk di rutan.

Iriani S Notonegoro, istri Heru, mengungkapkan hal tersebut saat keluar dari rutan seusai membesuk sang suami, Rabu (16/2/20011) sore. “Bapak minta dibawakan sambel terasi kalau saya datang membesuk. Ia kangen makanan itu karena di penjara tidak ada,” jelas perempuan berambut panjang tersebut.

Menurut Iriani, sambel terasi merupakan makanan kegemaran suaminya di rumah. Bahkan hampir setiap hari sambal harus tersedia di meja makan saat Heru hendak makan.

Untuk memenuhi keinginan sang suami, Iriani segera menyiapkannya esok hari, mulai dari belanja cabai, terasi sampai mengulek sambal sendiri. Ia berencana selalu membesuk suaminya sambil membawa sambel buatannya saat jam besuk dibuka.

Heru dipenjara setelah putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) memvonisnya dengan hukuman setahun penjara. Kasus Heru merupakan kasus lama, yaitu korupsi APBD Solo 2003 berjamaah para anggota dewan pada 2003. Ia masuk rutan sejak Senin (14/2) siang.

Iriani menjelaskan, kondisi suaminya baik dan sehat dalam rutan. Banyak kawan  membesuk Heru, mulai dari anggota dewan, mantan anggota dewan, rekan kerja, klien dan beberapa kawan lain. Mereka memberikan dukungan moril. “Anak-anak yang ada di luar Solo juga sudah tahu tentang keadaan bapaknya. Tapi mereka belum bisa membesuk,” ujar Iriani, yang mengenakan baju warna cokelat dan kacamata hitam besar.

Sedangkan Christianus M SH, salah seorang anggota tim pembela Heru, membeber rencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA. Sebab, , dalam putusan MA  terdapat beberapa hal yang ia anggap salah. Di antaranya, kesalahan penulisan umur dan nominal uang yang harus dikembalikan Heru.

“Saat ini kami menyiapkan hal-hal yang akan kami lakukan untuk mengkritisi putusan itu. Yang jelas, kami akan meminta Peninjauan Kembali,” katanya.

Di lain pihak, Kasipidsus Kejari Solo, Sigit Kristianto SH, menyatakan upaya PK nanti tak akan berpengaruh pada vonis satu tahun atas Heru. Sebab, menurutnya, kesalahan yang terjadi tak substansial. “Kalau yang salah  penulisan nama, itu baru sangat fatal. Kalau cuma salah tulis umur atau nominal uang, PK tak akan berguna. Masalah uang, misalnya, yang berlaku adalah dari MA, bukan PN. Jadi tak, pelu dipersoalkan jika nominal dari PN dan MA beda,” kata Sigit, di kantornya.
Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5223 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas