TribunJogja/

Cinta Habibie Mengilhami Wali Kota Yogya

cinta mereka ibarat dongeng. Di saat suka maupun duka, mereka bisa berbagi bersama selama 48 tahun 10 hari.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Buku 'Habibie dan Ainun' karya Bacharuddin Jusuf Habibie mengilhami Walikota Yogyakarta Herry Zudiyanto untuk menjadikan cinta Habibie dan almarhumah Ainun sebagai suri tauladan.

"Konsep cinta mereka adalah saling memberi, tidak pernah meminta," ucapnya di sela-sela menemani Habibie saat penanda tanganan buku 'Habibie dan Ainun', Sabtu (5/2/2011).

Menurutnya, cinta mereka ibarat dongeng. Di saat suka maupun duka, mereka bisa berbagi bersama selama 48 tahun 10 hari. Herry menganggap, cara mantan Presiden RI mencintai istrinya sangat luar biasa. "Ini bisa dilihat dari kondisi Habibie sepeninggal Ainun. Seperti menjadi beban tersendiri bagi Habibie," paparnya.

Buku setebal 323 halaman ini juga menginspirasi Hardiyanti (21) untuk menjadi istri yang sempurna bagi suaminya kelak. "Di belakang pria yang kuat, ada wanita yang hebat," ucapnya bangga terhadap sosok Hasri Ainun Besari.

Mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM ini mengagumi kepribadian Ainun yang ramah dan setia mendukung suaminya. Selain kagum pada sosok Ainun, ia mengaku terkejut pada Habibie yang bisa mencurahkan perasaannya dalam buku ini. "Saya pikir Habibie cuma insinyur pesawat terbang, ternyata bisa berpuisi juga," ucap perempuan asli Yogyakarta ini.

Hal yang sama juga diungkapkan Intan Kurniati Ningsih (20). Mahasiswa UGM ini salut pada dedikasi Ainun terhadap keluarganya. "Walaupun sibuk dengan aktifitasnya, Ainun tetap menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya," ujar perempuan asal Magelang ini.

Terlebih, lanjutnya, pasangan Habibie-Ainun ini mampu berkomunikasi walaupun tanpa berkata-kata. "Soulmate banget, pakai pandangan mata saja sudah saling mengerti," ucapnya kagum.

Kemampuan Habibie menulis buku 'Habibie dan Ainun' ini, sempat mengagetkan Agung Baskoro (24). Sebagai penggemar berat mantan Presiden RI ketiga ini, ia tidak menyangka Habibie bisa menulis dengan baik.

Selama ini, tambahnya, ia mengumpulkan puluhan tulisan Habibie yang berkonteks sains, teknologi, sosial dan ekonomi, belum ada satupun yang bernuansa humanis. "Dengan adanya buku ini, lengkap sudah kemampuan Habibie," katanya bangga.

Pihak penerbit THC Mandiri, Nia Nusjirwan juga mengaku kaget terhadap permintaan yang semakin meningkat. Ia mengatakan, cetakan pertama sejumlah 25 ribu kopi yang diluncurkan 30 November 2010 sudah habis di pasaran.

Melihat antusiasme pasar, pihak penerbit lalu meluncurkan cetakan kedua sebanyak 50 ribu kopi. "Cetakan kedua sudah 45 ribu yang terjual," tambahnya. (*)

Editor: mas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help