• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribun Jogja

Keluarga Megawati Khusus ke Yogya untuk Rayakan Imlek

Kamis, 3 Februari 2011 15:03 WIB
Keluarga Megawati Khusus ke Yogya untuk Rayakan Imlek
TRIBUN JOGJA/BRAMASTO ADHY
Memed (kanan), bersama istri, Megawati, dan dua anaknya.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -
Megawati (40) bersama suaminya, Memed, dan dua anaknya datang dari Kudus, Jateng, ke Yogyakarta demi perayaan Tahun Baru Imlek. Setelah berdoa bersama dengan sesaji lengkap di rumah, di Kudus, mereka berangkat ke Yogyakarta, kemudian makan malam di Hotel Melia Purosani untuk merayakan Imlek.

Keluarga itu menyantap menu Chinees food, berharga mulai Rp 250 ribu - Rp300 ribu per orang. "Kami sekeluarga memang sering merayakan Imlek di Melia, karena rasa masakannya cocok," ujar Megawati, saat ditemui Tribun Jogja di Ching San Resto Hotel Melia Purosani, Rabu malam (2/2/2011) malam.


Menurut dia, imlek itu dimaknai sebagai kebersamaan dengan keluarga, tak beda jika umat Islam merayakan Lebaran dan umat Kristiani merayakan Natal. Bedanya, Imlek merupakan perayaan tahun baru, maka harapannya tiap tahun kondisinya bisa lebih baik.


"Harapannya mudah-mudahan rezeki lancar, diberi keselamatan dan kesehatan lahir batin," kata Megawati.

Suaminya, Memed, menjelaskan, tahun 2011 dinaungi oleh Shio Kelinci. Sesuai karakter binatangnya yang penurut dan lembut, maka tahun ini diharapkan tidak akan banyak terjadi bencana. "Semoga mendapat hari-hari yang baik, dan tentu saja keberuntungan," harapnya.

Warga Tionghoa lain, Marta Wibisono (56), asal Magelang, Jateng, mengatakan tahun baru Imlek dimaknai untuk saling bertemu dan bersilaturahmi bersama keluarga. Biasanya setiap tahun selalu bergantian, kadang dia pergi ke rumah adiknya di Jogja atau sebaliknya.

"Karena kita saudara dengan Imlek kembali merekatkan keluarga," ujar Marta, yang ditemui Tribun Jogja usai santap malam bersama keluarganya.

Adiknya, Diana Wibisono (52), mengatakan Imlek dimaknai untuk saling bertemu dengan keluarga, dan juga meneruskan tradisi leluhur. Tapi saat aling ditunggu anak-anaknya adalah pembagian angpau.

"Saya sudah siapkan angpau buat anak-anak dan juga cucu saya," katanya tanpa mau menyebut besaran yang diberikan.


Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4143 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas