A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Keluarga Megawati Khusus ke Yogya untuk Rayakan Imlek - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Minggu, 20 April 2014
Tribun Jogja

Keluarga Megawati Khusus ke Yogya untuk Rayakan Imlek

Kamis, 3 Februari 2011 15:03 WIB
Keluarga Megawati Khusus ke Yogya untuk Rayakan Imlek
TRIBUN JOGJA/BRAMASTO ADHY
Memed (kanan), bersama istri, Megawati, dan dua anaknya.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -
Megawati (40) bersama suaminya, Memed, dan dua anaknya datang dari Kudus, Jateng, ke Yogyakarta demi perayaan Tahun Baru Imlek. Setelah berdoa bersama dengan sesaji lengkap di rumah, di Kudus, mereka berangkat ke Yogyakarta, kemudian makan malam di Hotel Melia Purosani untuk merayakan Imlek.

Keluarga itu menyantap menu Chinees food, berharga mulai Rp 250 ribu - Rp300 ribu per orang. "Kami sekeluarga memang sering merayakan Imlek di Melia, karena rasa masakannya cocok," ujar Megawati, saat ditemui Tribun Jogja di Ching San Resto Hotel Melia Purosani, Rabu malam (2/2/2011) malam.


Menurut dia, imlek itu dimaknai sebagai kebersamaan dengan keluarga, tak beda jika umat Islam merayakan Lebaran dan umat Kristiani merayakan Natal. Bedanya, Imlek merupakan perayaan tahun baru, maka harapannya tiap tahun kondisinya bisa lebih baik.


"Harapannya mudah-mudahan rezeki lancar, diberi keselamatan dan kesehatan lahir batin," kata Megawati.

Suaminya, Memed, menjelaskan, tahun 2011 dinaungi oleh Shio Kelinci. Sesuai karakter binatangnya yang penurut dan lembut, maka tahun ini diharapkan tidak akan banyak terjadi bencana. "Semoga mendapat hari-hari yang baik, dan tentu saja keberuntungan," harapnya.

Warga Tionghoa lain, Marta Wibisono (56), asal Magelang, Jateng, mengatakan tahun baru Imlek dimaknai untuk saling bertemu dan bersilaturahmi bersama keluarga. Biasanya setiap tahun selalu bergantian, kadang dia pergi ke rumah adiknya di Jogja atau sebaliknya.

"Karena kita saudara dengan Imlek kembali merekatkan keluarga," ujar Marta, yang ditemui Tribun Jogja usai santap malam bersama keluarganya.

Adiknya, Diana Wibisono (52), mengatakan Imlek dimaknai untuk saling bertemu dengan keluarga, dan juga meneruskan tradisi leluhur. Tapi saat aling ditunggu anak-anaknya adalah pembagian angpau.

"Saya sudah siapkan angpau buat anak-anak dan juga cucu saya," katanya tanpa mau menyebut besaran yang diberikan.


Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4143 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas