Demi Cinta, Arif Namakan Pantainya dengan Nama Sang Isteri

Modal beli pantai dari hasil penjualan rumah dan tanah 400 meter miliknya

Demi Cinta, Arif Namakan Pantainya dengan Nama Sang Isteri - Pantai_Indrayanti.jpg
TRIBUNJOGJA.COM/EDI CAHYONO
Arif Rahman K (38), pemilik Pantai Indrayanti, Tepus, Gunungkidul di rumahnya di bilangan Timoho, Yogya
Laporan Reporter Tribun Jogja, Edi Cahyono



TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arif Rahman K (38), seorang warga Yogya telah membeli pantai di Tepus, Gunungkidul. Uniknya, Ia menamai pantai miliknya dengan mengambil nama belakang sang istri, Ratna Indrayanti (31).  

Ceritanya bermula saat Arif meminang Ratna enam tahun lalu. Kala hendak meminang Ratna, Arif sudah berstatus duda beranak tiga. Kontan saja calon mertuanya tidak setuju. Apa daya cinta terlanjur berbuah subur. Ratna bukannya mengikuti apa kata orang tua, dia malah getol membalas lamaran Arif dengan tangan terbuka. 

Ketulusan Ratna untuk menerima pinangan itulah yang membuat Arif amat tersentuh. "Untuk mengenang cinta dan biar tetap abadi, saya pakai nama itu," ujar Arif tersenyum dengan mata menerawang, mengenang kembali babak awal hidupnya kala itu. 

Ditambah lagi kalau mau jujur, kondisi ekonominya waktu itu juga sedang kesulitan. Pemilik bengkel motor besar ini, sedang dililit banyak utang. "Istriku sangat pengertian. Apapun yang kulakukan, ia mendorong dan mendukung, biarpun anak saya sudah tiga" kenangnya, saat ditemui di rumahnya, kawasan Timoho, Yogyakarta, Senin (31/01/2011).

Pendek kata, seluruh ungkapan rasa cintanya kepada Ratna itulah yang ia lambangkan menjadi nama pantai yang dibelinya di Kabupaten Gunungkidul. Kompleks Resort di Pantai Indrayanti milik Arif mulai dirintis sejak dua tahun lalu. 

Awalnya orang tua Arif tidak setuju dengan ide edannya. Betapa tidak? Modal usaha yang kini sudah berkembang itu dari hasil jual rumah dan tanah miliknya seluas 400 meter persegi. "Orangtua saya sempat nangis saat itu. Dibilangnya saya nekat. Tapi setelah seperti sekarang mereka akhirnya mau mengerti," katanya.

Ia mendapat ide usaha ini, saat melihat pantai di Bali yang bisa dinikmati pengunjung secara eksklusif. Menurutnya, pantai-pantai di Yogya belum ada yang seperti itu. Lalu setelah berkeliling ke Gunungkidul, akhirnya ia menemukan tempat di kecamatan Tepus. 

Pantai perawan yang sebenarnya masih serangkaian pantai Sundak yang terkenal dengan terumbu karang unik yang menyembul di bibir pantai. Tak jauh pula dari Pantai Siung yang kontur tebingnya amat akrab bagi para pemanjat tebing seantero negeri Asia Tenggara. "Dulu di tempat itu masih berupa hutan. Penduduk di sana mendapat hak kapling tanah berstatus Sultan Ground, " terangnya.

Ia berhasil memperoleh tanah dengan membeli dari warga setempat. Lahan yang ia beli seluas sembilan kapling. Panjang 79 meter dan lebar 12 meter. Dirinya sempat dicemooh saat membeli tanah mereka. "Kata mereka buat apa beli tanah di sini, kurang kerjaan saja," paparnya.

Namun setelah usahanya kini sukses, banyak warga sekitar yang merasa iri atas keberhasilannya. Meski begitu ia tetap melibatkan warga sekitar dengan mempekerjakannya sebagai karyawan resort di Pantai Indrayanti. "Total 66 karyawan di resort saya, kesemuanya warga setempat," jelas Arif.

Segmentasi yang dibidiknya sengaja kalangan menengah atas. Ia beranggapan, kalangan menengah atas lebih punya kesadaran akan kebersihan dan keasrian pantai. Hal ini dirasa selaras dengan nilai-nilai usaha yang dibangunnya. 

Resort Indrayanti sengaja dibuka 24 jam untuk memberi keleluasaan pada tamunya. "Mereka ke pantai untuk santai dan menikmati pemandangan indah dan biasanya baru bisa sepulang kerja," pungkasnya.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved