TribunJogja/

IRPS 'Kawal' Alih Fungsi Stasiun Maguwo Jadi Cafe

Indonesia Railway Preservation Society (IRPS) menegaskan bahwa Stasiun Maguwo perlu diselamatkan.

IRPS 'Kawal' Alih Fungsi Stasiun Maguwo Jadi Cafe
TRIBUN JOGJA/KOLEKSI PRIBADI
Salah satu kegiatan para anggota IPRS Korwil Yogya.
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Banyak aset kereta api (KA) yang sebenarnya bersejarah tetapi tidak digunakan, sehingga menjadi hilang nilai sejarahnya. Fakta itu menggugah perhatian sekelompok orang, yang kemudian membentuk komunitas bernama Indonesia Railway Preservation Society (IRPS).

Para anggota komunitas itu mencoba menelusuri kembali hal-hal bersejarah KA. Mereka juga berusaha  melakukan penyelamatan aset berupa jalur dan stasiun KA di Pulau Jawa maupun Sumatera. Salah satu caranya, memberi masukan kepada Pusat Pelestarian Benda Bersejarah PT Kereta Api (Persero), yang sedang merehabilitasi Stasiun Maguwo lama.

Menurut  Sekretaris IPRS Koordinator Wilayah (Korwil) Yogyakarta, Rezza Habibie, kepada Tribun Jogja, Rabu (26/01/2011), Stasiun Maguwo perlu diselamatkan. Karena, stasiun tersebut merupakan satu-satunya stasiun di wilayah Daerah Operasi VI Yogyakarta yang terbuat dari kayu, dan sejak agresi militer Belanda II tahun 1948 bentuknya tidak berubah.

"Rencananya stasiun tersebut akan dialihfungsikan menjadi sebuah kafe. Kami memberi masukan kepada mereka (PT Kereta Api, Red), bagian mana saja yang boleh diganti atau dirubah bentuk aslinya tanpa mengurangi nilai historisnya. Seperti yang dilakukan rekan-rekan kami, yang berhasil menyelamatkan lokomotif jenis CC 200 di Cirebon," katanya.

Sedangkan untuk menelusuri jejak jalur-jalur kereta api, yang kini tidak digunakan lagi, Reza dan kawan-kawan melakukan napak tilas dengan cara berjalan kaki melewati jalur tersebut alias  tracking. Kegiatan  tracking yang sudah dilakukan, antara lain, menelusuri kembali jalur KA jurusan  Yogya-Magelang.  

Reza menyayangkan karena sebagian besar jalur tersebut musnah akibat tergusur proyek pelebaran jalan antara Mertoyudan-Palbapang, Magelang.  "Stasiun Blabak, yang terletak di jalur tersebut, sempat dibongkar,” katanya.

Mengetahui hal tersebut, kala itu IPRS meminta kepada Kepala Daop VI, Rustam Harahap, untuk menghentikan pembongkaran. “Akhirnya stasiun tersebut dapat diselamatkan, walau hanya separuh bagian," beber Rezza, yang juga koordinator Eksplorasi dan Kecintaan Kereta Api IPRS Pusat.

Editor: jun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help