• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Jogja

Bandara Adisucipto Belum Akan Perpanjang Landasan Pacu

Kamis, 20 Januari 2011 13:02 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bunayya Dzikrullah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA –
  Pihak pengelola Bandara Adisutjipto Yogyakarta belum memastikan apakah akan menambah panjang landasan pacu, setelah dianggap kurang memadai oleh DPR RI.

"Ada tim khusus dari pusat (PT Angkasa Pura, Red) yang membahas hal itu. Kami menunggu keputusan finalnya," ujar Isye Yuviana,  asisten manajer Sistem Informasi Manajemen, Data dan Laporan SIM Tapor dan Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adisucipto, di ruang kerjanya, Kamis, (20/1/2011) siang.

Demikian pula tentang rencana pindah lokasi bandara, Isye pun belum dapat memastikan. "Hal itu baru wacana, kami  belum bisa memastikan," ujarnya, menjawab Tribun Jogja.

Wacana pemindahan lokasi bandara mulai mengemuka setelah Komisi V (Komisi Perhubungan) DPR RI, Agustus lalu, merekomendasikan pemindahan Bandara Adisutjipto ke Kulonprogo. Pemindahan lokasi  dianggap dewan merupakan pilihan terbaik karena pengembangan lagi Bandara Adisutjipto sudah tidak memungkinkan.

Dalam kunjungan kerja ke Bandara Adisutjipto kala itu, para anggota Komisi V  antara lain menilai frekuensi penerbangan dan arus penumpang di Bandara Adisutjipto melebihi kapasitas. Agus Bastian, anggota Komisi V dari Partai Demokrat, juga menyoroti panjang landasan Adisutjipto yang hanya 2.200 meter sehingga menyulitkan pendaratan pesawat berbadan besar.

Di pihak lain, Pemkab Kulonprogo kini telah menyiapkan lokasi pembangunan bandara internasional pengganti lokasi Bandara Adisutjipto. Rencananya, pembangunan  megaproyek itu menggunakan lahan seluas 300 hektare milik Pakualaman, di wilayah Galongan, Bogel, Pleret, dan sebagian Karangwuni. (Tribun Jogja, 19/1/2011).

Wacana pemindahan lokasi bandara ini tak berpengaruh pada aktivitas sehari-hari di Bandara Adisucipto, Kamis (20/1/2011). Tak terlihat hal mencolok di bandara yang sejak 2009 lalu sanggup menampung 3,2 juta penumpang per tahun itu.

Tak terlihat juga kerumunan para pemegang tiket Mandala Air yang hendak mengembalikan tiket sekaligus menguangkannya setelah maskapai tersebut tak lagi beroperasi sejak Rabu (12/1) pekan lalu. "Urusan Mandala setahu saya sudah beres, telah diselesaikan oleh pihak Mandala yang di Yogya,"  kata Isye.

.
Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas